Sekedar Goresan

Melihat Kesedihan

leave a comment »

Kuparkirkan motorku disebuah warung yang kutemui dipinggir jalan. Aku berniat membeli sebungkus nasi dan membawanya pulang, kuselalu berusaha makan dirumah sendiri. Bebas menikmati makanan dengan caraku sendiri. Berlama-lama sambil nonton tv tak jadi soal, berbeda jika harus makan diwarung. Dirumah, saat hidangan habis tak jadi soal membiarkan tangan yang masih berbekas mengering. Memilih tayangan tv dan menunda untuk cuci tangan, setelah tv berubah jadi tayangan iklan barulah aku ngibrit kebelakang.

Kusapa penjual itu, umurnya mungkin sekitar empat puluhan sama seperti ibuku. Atau malah lebih muda, karena kondisi ekonomi yang membuatnya harus berjuang keras dan ia terlihat lebih tua dari usianya. Hati-hati kubicara dengannya, berusaha menjaga keramahan dengan maksud membesarkan hatinya. Aku benar-benar iba, tak ada yang bisa kubantu terhadapnya kecuali senyum kecil yang mungkin baginya itu lebih berarti.

Advertisements

Written by elafiq

August 1, 2010 at 6:01 pm

Posted in Coretan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: