Sekedar Goresan

Rindu Tanpa Huruf Kapital

with 2 comments

I
ku telah kembali dari pengembaraanku. ku pergi hanya beberapa hari, terasa lama kutak bertemu denganmu. barusan kulihat senyummu tadi. hmmm.. terasa merasuk menusuk hati. segala penat dan rindu pun terobati. mungkin ini terdengar berlebihan atau mereka menyebutnya lebay. aku tak peduli. yang pasti ini benar-benar nyata. biarkan aku merasakan apa yang kurasa, mereka menilai apa yang mereka lihat. sudah. itu saja. cukup.

II
rupanya sore ini aku ada jadwal kuliah, sehingga tak banyak yang kita obrolkan tadi. selesai aku kuliah aku ingin mengajakmu makan? aku jadi tiba-tiba merasa lapar padahal tadi siang sudah makan pecel di warung mbok galak, tempat makan favorit teman-teman karena porsinya yang lumayan dan harga yang terjangkau oleh anak kos tipe akhir bulan alias pas-pasan.
beberapa kali sebelumnya kamu selalu menolak ajakanku dengan alasan yang sebenarnya tak kuterima tapi bagaimanapun aku harus meng’iya’kan. jika kau menolak makan, bagaimana kita minum saja? atau menikmati obrolan sore mungkin? nanti kita obrolin pas aku selesai kuliah ya.

dosen belum datang juga, padahal biasanya datang tepat waktu. pekan lalu aku sudah nggak masuk, masak sekerang absent lagi? tiga puluh menit telah berlalu, akhirnya dosen datang juga.

seperti biasa diawal kelas selalu ada soal kuis yang harus dikerjakan. hari ini ada yang beda, biasanya setelah kuis berlanjut ke materi tapi hari ini mahasiswa yang sudah selesai mengerjakan boleh langsung pulang. yes, aku bisa lebih cepat menemuimu.

III
kulangsung menemuimu selesai kuliah, dan mendapatimu masih dirumah kedua sedang menikmati dunia maya. kusapa seperlunya dan kuberbincang dengan teman-teman yang lain. saat diruangan ini, hanya ada aku dan kamu sedangkan lainnya adalah benda-benda mati, kalaupun ada makhluk bernyawa itu semut atau cecak yang mengiri. jarum jam yang berdetak termasuk kah?

kucoba menyapamu lebih dekat, mencoba menjalin keintiman kita. terlihat senyum itu lagi, dari wajah yang membiusku tuk tak berpaling. untung kamu tak memergokiku saat memandangmu begitu lama, tak terbayang bagaimana malunya aku. mungkin kamu juga akan sebal saat sadar ada kalimatmu yang beberapa diantaranya aku abaikan. bukan kusengaja, tapi ianya pun ikut terpana.

Advertisements

Written by elafiq

June 26, 2010 at 4:03 pm

Posted in Coretan

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. hahahhaa…bener” gk ada huruf kapitalnya…

    • capslocknya rusak.. hwehehe…

      elrhapsody

      June 27, 2010 at 11:14 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: