Mengeja Realita
berkali-kali kucoba menerawang
menerjang batas-batas kenangan
meski terlihat namun tetap samar
kupaksa mengingat yang samar
otak berputar semakin cepat
belum juga kudapatkan
hingga mata turun sembab
belum juga kudapatkan
kemudian yang kurasakan adalah kosong
kosong yang berada diantara kenangan dan kenyataan
kosong adalah dilematis
tak hanya hadir saat harus bicara realita
juga saat harus menanggalkan cengkram kenangan
kini aku berada dititik yang bernama kosong
samar-samar membaca realita
dalam sembab berusaha mengeja realita
realita yang harus kubaca dan kusuarakan
bukan sembab yang bicara
biarkan sembab yang membisu
07.05.’11 19:12
Advertisement