Ketika susunan huruf terangkum dalam kata-kata yang lahirkan kalimat ungkapkan rasa, tak berarti apa-apa, jauh akan makna saat asmara tak mampu hampirinya. lahirlah sebuah tanya pada tepian muara.
akankah nurani?
nurani seperti apa?
nurani yang menjelma
menjelma? ada-ada saja
serius, ia memang ada
bentuknya?
berupa nama
hanya nama? bukan rupa atau lainnya?
ya, nama dari rupa
bukan rupa dari nama?
semuanya sama saja
aneh
kau tak suka dengan aneh?
(diam)
lupakan
aku malah bingung, nggak ngerti
kamu nggak akan ngerti, nggak sekarang
jadi, apa itu nurani?
nurani?
ya, jangan balik tanya (senyum lebar)
nurani adalah kamu
aku?
ya kamu bukan aku
aku atau kamu? (nada menggoda)
kamu nurani
katanya nurani adalah aku?
nurani menjelma nama atau nama menjelma nurani? (balas menggoda)
aneh (bingung)
10 Nov ‘09